ALUR TRANSAKSI PEMBELIAN TUNAI ADMINISTRASI TRANSAKSI

ALUR  TRANSAKSI PEMBELIAN TUNAI 





PEMBELIAN 

Pembelian adalah salah satu bagian/ divisi suatu perusahaan. Secara sederhana, pembelian menggambarkan transaksi barang atau jasa kepada pemasok yang kemudian terjadi penerimaan barang/ jasa. Bagaimana alur transaksi penjualan?


1. PERMINTAAN BAGIAN PENJUALAN

Alur pertama dalam proses pembelian dimulai dari bagian penjualan atau bagian produksi yang mengajukan permintaan barang terbagi menjadi 3 cara yaitu:

A. Intuitif: cara ini dilakukan dengan memprediksi barang apa saja yang dibutuhkan pelanggan.

B. Penelitian Pasar: dilakukan dengan meneliti permintaan konsumen yang paling banyak atau dengan cara langsung terjun ke masyarakat umum.

C. Perhitungan Stok Barang: bagian penjualan akan menyampaikan permintaan barang ke bagian gudang


2. MELAKUKAN SURVEI PASAR

Setelah mengajukan permintaan barang, bagian pengadaan barang atau bagian gudang akan melakukan survei pasar untuk memilih produsen/agen/grosir terbaik yang dapat dijadikan supplier bagi perusahaan. Supplier ini berperan penting dari mulai produksi hingga pendistribusian barang dari perusahaan.


3. MENERIMA PENAWARAN

Tahap selanjutnya adalah mengirimkan surat permintaan penawaran barang kepada perusahaan supplier yang dianggap perusahaan memiliki nilai yang baik dan terpilih. Kemudian, perusahaan terpilih ini akan mengirimkan surat penawaran yang lebih detail dibandingkan dengan katalog dan daftar harga. Pada tahap ini membutuhkan perbandingan perusahaan yang mana lebih menguntungkan untuk diajak kerja sama. Untung di sini bukanlah yang hanya bisa memberikan harga terbaik dan murah, namun juga bisa membantu meningkatkan efisiensi dari dana maupun kinerja dari kedua belah pihak.


4. MENENTUKAN SUPPLIER

Tahap selanjutnya adalah menentukan supplier yang akan diajak kerja sama. Di dalam perusahaan dapat memutar kasnya pada kebutuhan lain yang mungkin bisa menambah arus kas lebih banyak lagi. Maka dari itu perusahaan harus memilih supplier yang paling memberikan keuntungan terbaik dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan pelayanan purna jual.


5. MEMBUAT DAFTAR BARANG YANG AKAN DIBELI

 Dengan menuliskan daftar barang yang dibeli, perusahaan jadi lebih mudah mengetahui apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Sehingga, mereka bisa memperkirakan budget yang diperlukan.


6. MENGIRIMKAN SURAT PESANAN PURCHASING ORDER

Setelah membuat daftar barang yang ingin dibeli, perusahaan bisa melakukan pemesanan dengan mengirimkan surat pesanan kepada supplier.


7. MEMBUAT DAN MENANDATANGANI SURAT PERJANJIAN

Selanjutnya, Anda dan supplier harus melakukan penandatanganan surat perjanjian jual beli. Pembuatan dan penandatanganan surat ini diperlukan untuk menjadikannya sebuah transaksi resmi dan juga sebagai bukti ketika salah satu pihak melanggar perjanjian.


8. MENERIMA BARANG

Setelah semuanya selesai, perusahaan hanya perlu menunggu barang yang telah dipesan diterima. Setelah PO diproses oleh supplier, terjadilah penerimaan barang/jasa sesuai dengan pesanan yang diajukan di dalam PO.


9. MEMERIKSA BARANG YANG TELAH DITERIMA

Diperlukan pemeriksaan sebelum mendatangani surat penerimaan barang.


10. RETUR

Ketika dalam penerimaan barang terjadi kesalahan, kekeliruan, atau kecacatan atas produk, Anda bisa melakukan retur barang kepada supplier. 


11. MEMBAYAR TRANSAKSI SESUAI PROSEDUR PENGELUARAN KAS

Umumnya, perusahaan membayar transaksi tersebut sesuai prosedur pengeluaran kas yang berlaku dalam perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pembukuan keuangan di perusahaan.

Komentar